<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850</id><updated>2011-12-05T00:21:28.591-08:00</updated><title type='text'>pasca panen</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-4408580803476900599</id><published>2010-06-15T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T23:32:38.954-07:00</updated><title type='text'>PASCAPANEN SORGUM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Perontokan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perontokan secara tradisionil dilakukan dengan pemukul kayu dan dikerjakan di atas lantai atau karung goni. Pemukulan dilakukan terus menerus hingga biji lepas. - Setelah itu dilakukan penampian untuk memisahkan kotoran yang terdiri dari daun, ranting, debu atau kotoran lainnya.&lt;br /&gt;Sejumlah biji dijatuhkan dari atas dengan maksud agar kotorannya dapat terpisah dari biji dengan batuan hembusan angin.&lt;br /&gt;Agar dicapai hash yang terbaik dan efisien dianjurkan agar menggunakan wadah supaya biji tetap bersih, usahakan agar biji segera dirontok setelah panen untuk mencegah serangan tikus dan burung, dan kadar air tidak boleh lebih dari 10 - 12 % untuk mencegah pertumbuhan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode perontokan  sangat popular di semua Negara. Metode tradisional misalnya memukul-mukulkan biji gandum dengan tongkat atau alu di tanah atau rak. Langkah pertama adalah dengan menebarkan kepala sorghum di atas tikar atau alas lain untuk mengeringkannya. Selanjutnya diikuti dengan proses perontokan  menggunakan tongkat atau alu. Langkah terakhir adalah menampi untuk menghilangkan kotoran sebelum akhirnya disimpan. Metode ini banyak digunakan di Uganda, Tanzania, Kenya, Sudan, Nigeria dan India.&lt;br /&gt;Waktu yang dibutuhkan untuk merontokkan sorgum kebanyakan berhubungan dengan tiga factor :&lt;br /&gt;1. struktur tanaman,&lt;br /&gt;2. tingkat kekeringan kepala sorghum, &lt;br /&gt;3. dan metode penebahan yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Senegal, rata-rata waktu yang digunakan untuk perontokan  dalam sehari adalah selama 1-2 jam. Di banyak Negara, biji sorgum disimpan bersama kepala gandum dan hanya dilakukan perontokan  apabila dibutuhkan. Metode penyimpanan pada tiap daerah berbeda-beda dan berhubungan dengan latar belakang sosiokultural dan iklim. Contohnya, di Nigeria orang-orang Yaruba memanen sorgum untuk kemudian dibawa pulang dan segera disimpan. Biji sorgum hanya dikeluarkan secukupnya untuk dirontokkan  sebagai bahan makanan selama 2-4 minggu. Sementara orang-orang  Nupe, Gwaris, dan Hausas di Nigeria merontokkan  seluruh biji gandum sebelum menyimpannya.&lt;br /&gt;Beberapa metode perontokan juga diuji coba. Di Nigeria misalnya, perontokan  menggunakan mesin diuji coba tapi hasil yang diperoleh biji sorgum banyak yang rusak bila dibandingkan dengan cara tradisional. Dalam hal ini, kekerasan biji sorgum, kemudahan, dan efisiensi metode perontokan  menjadi salah satu kriteria dari diterimanya budidaya. Di India, kepala biji sorghum disebarkan di jalan dan dibiarkan dilindas oleh roda-roda kendaraan yang lewat. Metode ini, walaupun tidak direkomendasikan, dapat menghemat waktu dan tenaga kerja karena 2-4 hektar biji sorghum dapat rontokkan dalam satu hari dan hanya membutuhkan tenaga beberapa orang saja. Normalnya, 25-30 orang dibutuhkan untuk merontokkan sekitar setengah hektar. Di  Sudan, pertanian skala besar menggunakan kombinasi mesin untuk merontokkan  biji sorghum.&lt;br /&gt;Uji penyimpanan yang dilakukan di Senegal menunjukkan bahwa jika dikeringkan dan disimpan secara tepat, kualitas biji sorghum yang rontokkan melampaui kualitas biji sorghum yang disimpan dengan kepala-kepalanya. Biji sorghum yang disimpan tanpa dirontokkan berisiko mengalami kerusakan karena serangga dan lain-lain. Dengan memperhatikan beberapa panduan dalam perontokkan, maka sangat mungkin bagi petani untuk meningkatkan hasil dan tingkat efisiensi proses perontokan:&lt;br /&gt;(1) Bagian kepala sorghum harus dirontokkan  di atas tikar, bukan di atas pasir, kerikil atau batu karena cara ini membuat biji sorghum tetap bersih dan mengurangi penampian – cara terbaik adalah merontokkan di atas lantai semen.&lt;br /&gt;(2) Biji sorghum harus mengandung kandungan kelembaban maksimum 10 – 12% pada saat dirontokkan karena hal ini dapat mengurangi kemungkinan rusak pada saat penyimpanan.&lt;br /&gt;(3) Jenis vitreous flinty yang tidak bertepung harus dirontokkan  untuk mengurangi jumlah biji yang rusak selama penyimpanan.&lt;br /&gt;(4) Bila memungkinkan, biji sorghum harus cepat dirontokkan untuk mengurangi serangan burung, hama,tikus, dll di ladang (setelah yakin bahwa kandungan kelembaban sudah cukup rendah).&lt;br /&gt;Alat perontokan  yang biasa digunakan ada beberapa macam antara lain : pemukul dari kayu atau bambu, alat perontok pedal dan alat yang digerakkan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pembersihan dan sortasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembersihan bertujuan  untuk membuang kotoran kotoran, bagian-bagian dari bahan yang tidak penting dan menyingkirkan  komoditi yang terikut. Sedangkan sortasi adalah  proses pemisahan  dan penggolongan  tingkat mutu dan kesegaran.&lt;br /&gt;Alat pembersih dan sortasi  yanag umum digunakan  antara lain ayakan berlubang, ayakan meja bergoyang dan hembusan udara. Bentuk, ukuran dan banyaknya lubang pada  ayakan berbeda-beda tergantung pada  macam, bentuk dan ukuran komoditi yang di tangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Pengeringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama  ± 60 jam hingga kadar air biji mencapai 10 - 12 %.  Kriteria untuk mengetahui tingkat kekeringan biji biasanya dengan cara menggigit bijinya. Bila bersuara berarti biji tersebut telah kering.&lt;br /&gt;Pengeringan merupakan  salah satu proses yang mutlak diperlukan  sebelum biji sorghum disimpan.&lt;br /&gt;Apabila hari hujan atau kelembaban udara tinggi, pengeringan dapat dilakukan dengan cara menggantungkan batang-batang sorgum diatas api dalam suatu ruangan atau di atas api dapur.&lt;br /&gt;Pada proses pengeringan dengan sinar matahari, sangat penting untuk diketahui bahwa ketika sinar matahari mengeringkan biji maka angin akan menerbangkan kelembabannya. Teknik pengeringan secara tradisional dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa langkah berikut untuk mengurangi eksposur terhadap hama tanaman di ladang.  menggantung biji sorghum untuk dikeringkan dengan jarak sedikitnya 0,3 m di atas permukaan tanah. Rak dengan ukuran tinggi 2-3 m dan lebar 0,6 – 2 m biasa digunakan untuk mengeringkan biji sorghum di daerah-daerah tropis. Ikatan-ikatan sorghum pada baris pertama disusun dengan bagian tangkai bertemu tangkai. Susunan seperti ini memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. Jumlah sorghum dalam setiap bundel setara dengan jumlah makanan yang dibutuhkan dalam satu langkah distribusi, yaitu makanan untuk 1-2 hari. Setelah kering sorgum siap di rontokkan, disimpan atau didistribusikan. Proses pengeringan yang tepat akan menghasilkan produk berkualitas dengan melindungi biji sorghum dari kerusakan.&lt;br /&gt;Tebal lapisan biji sorghum yang dikeringkan biasanya  antara  0,5 sampai dengan 0,7 cm dan  cuaca baik pengeringan dapat berlangsung antara 2 - 3 hari  serta kadar air sorghum kering sekitar 12 persen. Faktor-faktor pembalikan , tebal lapisan  kerapatan dan lama penjemuran memegang peranan penting bagi laju dan mutu penjemuran.&lt;br /&gt;Kerusakan-kerusakan pada biji dapat terjadi karena terlambat pengeringan, pengeringan yang terlalu lama  atau terlalu cepat dan pengeringan yang tidak merata. Suhu yang terlalu tinggi atau adanya perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan  pada biji sorghum.&lt;br /&gt;Selain dengan sinar matahari pengeringan sorghum dapat dilakukan dengan menggunakan  mesin pengering, Gabungan atau modifikasi antara kedua cara tersebut  mungkin pula dilakukan.&lt;br /&gt;Keuntungan menggunakan  alat pengering adalah suhu, aliran udara dan laju pengeringan  dapat terawasi  dan terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Penggilingan / Penyosohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penggunaan sorghum untuk konsumsi manusia tersebar luas, namun teknologi pengolahan biji-bijian ini masih belum memadai. Metode tradisional yang digunakan di semua Negara membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama, dan meskipun penggilingan skala kecil telah diperkenalkan di beberapa daerah namun mesin produksi tepung masih terbatas karena kurangnya tekonologi yang dikuasai untuk mengolah biji-bijian ini.&lt;br /&gt;Dalam proses tradisional, jika waktu masih memungkinkan biji-bijian dibasahi dan dikuliti sebelum ditumbuk menjadi tepung. Pengupasan yang dilakukan dengan cara memukul-mukul menggunakan tangan, tergantung pada varietas, membutuhkan 3,5 – 5,5 mm/kg sorgum dan 6 – 22 mm/kg millet (perkiraan di India).&lt;br /&gt;Mesin giling yang ada di rumah atau desa kemudian digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. penggilingan model batu terdiri dari sebuah batu datar berukuran kecil yang terletak di atas sebuah batu besar berbentuk empat persegi panjang atau dua batu berbentuk bundar, satu diputar menggunakan sebuah pegangan dari kayu. Penggilingan model ini banyak digunakan di rumah-rumah. Lesung yang terbuat dari kayu, batu atau lubang di tanah, dan alu yang terbuat dari kayu (sebagian terdapat cincin baja di ujungnya) juga banyak digunakan.&lt;br /&gt;Penggilingan bertenaga diesel atau air banyak terdapat di desa-desa. Sorghum yang memiliki bentuk biji lebih besar daripada gandum lebih mudah dikupas. Karena alasan ini, di banyak negara sorghum seringkali tidak melalui proses pengupasan. Baik penggilingan basah atau kering keduanya tetap dilakukan sesuai dengan kebiasaan dan kegunaan akhir tepung. Umumnya tepung kering dapat disimpan\ selama beberapa minggu sementara yang berbentuk pasta basah, seringkali digunakan dengan sedikit difermentasi, bisa disimpan selama 3-4 hari. Tepung atau pasta dapat dibuat dari keseluruhan proses seperti dikupas, dipanggang, dikecambahkan, difermentasi, direndam atau dikeringkan. Beberapa metode ini mempengaruhi rasa, nilai gizi, pemanfaatan sifat tepung atau pasta.&lt;br /&gt;Ukuran partikel tepung bervariasi, ada yang kasar ada juga yang halus, tergantung pada tujuan penggunaan tepung dan kekerasan biji, metode penggilingan, dan ada atau tidaknya bagian kulit.&lt;br /&gt;Di pedesaan Kenya, beberapa penggilingan tradisional masih menggunakan batu gilingan, tapi di daerah lain yang sudah mengenal mesin bertenaga diesel penggilingan sorghum dan gandum dilakukan bersama-sama dengan jagung. Alasan utama diubahnya system tradisional dengan mesin adalah karena efisiensi waktu (untuk menggiling tepung bagi sebuah keluarga dengan enam anggota keluarga perbandingan waktu yang dibutuhkan adalah sekali giling berbanding 20-30 menit). Jika tidak dikupas terlebih dahulu maka tepung yang dihasilkan akan bertekstur kasar dan mengandung dedak, dan hanya akan dibuang setelah disaring.&lt;br /&gt;Pola-pola yang sangat mirip dengan metode diatas ada di Tanzania, yang menggunakan penggilingan manual apabila tidak ada mesin giling atau apabila petani tidak mampu membayar upah penggilingan menggunakan mesin. Tepung dan biji yang pecah merupakan produk yang banyak dijumpai pada penggilingan manual di rumah-rumah.&lt;br /&gt;Di Sudan ada dua jenis penggilingan: kering (yang paling umum) dan basah. Penggilingan basah dilakukan dengan cara meletakkan biji-bijian yang sudah direndal diantara dua batu lalu menggilingnya hingga menjadi pasta. Pasta ini dapat langsung digunakan atau dapat juga difermentasikan lebih dulu.&lt;br /&gt;Sementara penggilingan kering dilakukan dengan cara menggunakan batu penggiling bertenaga listrik atau diesel. Produk yang dihasilkan adalah tepung yang partikelnya berbutiran kasar atau sangat halus.&lt;br /&gt;Di India terdapat preferensi yang sangat kuat agar biji dikuliti dan digiling menjadi tepung secara manual. Sorghum biasanya dikuliti setiap hari dengan menggunakan lesung dan alu, lalu pada tahap akhir digunakan air untuk membersihkan bagian kulit yang sudah terlepas. Biji-biji ini dicuci 3-4 kali untuk mengeluarkan kuman dan bagian tepung yang masih mengandung kulit. Air sisa pembersihan ini diberikan kepada hewan-hewan yang sangat menyukai air berisi kulit dan pecahan biji ini. Jika sorghum yang akan digiling menjadi tepung akan diperuntukkan untuk membuat roti (yang tidak beragi), maka biji-bijiannya hanya ditumbuk atau digiling tanpa dikupas terlebih dahulu. Tepung yang dihasilkan bertekstur kasar karena masih mengandung kulit.&lt;br /&gt;Sorghum  di India dikupas di dalam sebuah lesung melalui penggilingan ringan dan kemudian ditampi. Setelah ditampi kemudian dikupas lagi dengan memukul-mukulkan lesung untuk menghilangkan kulit luar, dicuci bersih seperti halnya yang dilakukan pada sorghum, dan kemudian digiling menjadi tepung. Tepung sorghum yang digunakan di India bertekstur lebih halus karena terbuat dari biji yang dikupas.&lt;br /&gt;Di Uganda, pemilihan metode penggilingan bergantung pada tujuan penggunaan produk. sorgum atau gandum yang digunakan untuk bir misalnya, adalah yang digiling kasar. Kadang-kadang lesung juga digunakan, tapi di Buganda biji-bijian dihancurkan pada permukaan kayu kasar dengan menggunakan panci rusak, yang cara kerjanya lebih cepat dibanding lesung. Biji-bijian dipanggang atau dikecambahkan sebelum digiling. Ketika sorghum atau jewawut digunakan untuk makanan, maka terlebih dahulu harus dikupas dengan cara dipukul-pukulkan menggunakan tangan, dibasahi lalu digiling menggunakan batu. Pusat-pusat perdagangan yang menawarkan layanan penggilingan menggunakan mesin kini juga menyediakan jasa penggilingan secara tradisional.&lt;br /&gt;Tiga metode berbeda yang biasa digunakan di Nigeria, menggiling sorghum pada sebuah batu, menumbuk dengan lesung, atau memproses dengan mesin penggiling. Biarpun proses menggunakan mesin merupakan cara pemrosesan tercepat, seperti di India, namun produk yang ditumbuk menggunakan lesung lebih banyak dicari karena produk yang dihasilkan memiliki tekstur halus dan lebih putih karena mengandung sedikit dedak.&lt;br /&gt;Biji-biji yang pecah digunakan oleh orang Nigeria untuk membuat tepung pasta guna dibuat bubur. Sorghum terlebih dahulu dikupas kemudian tepungnya dibuat dengan menggunakan metode basah atau kering. Untuk metode basah, biji direndam air selama 1-2 hari, digiling menjadi pasta, kemudian disaring untuk memisahkan dedaknya. pasta ini dibiarkan semalam untuk fermentasi sebelum akhirnya digunakan. Untuk yang disebut metode kering, biji pertama-tama direndam untuk kemudian ditumbuk guna melepaskan kulitnya. Produk yang dihasilkan bersifat kering, kulit dibuang dengan cara ditampi, dan kemudian biji-biji kering digiling menjadi tepung.&lt;br /&gt;Sebuah proses mekanik kering baru diperkenalkan dimana kulit dikupas secara mekanis. Tepung kering yang dihasilkan bila dicampur dengan air dapat dibiarkan memfermentasi selama semalaman seperti yang dilakukan pada pasta giling basah untuk digunakan dalam produk serupa.&lt;br /&gt;Metode tradisional pengolahan sorghum hampir sama di tiap Negara, namun sekarang di wilayah-wilayah yang penduduknya mengkonsumsi sorghum, orang-orang lebih suka menggiling biji-bijian mereka di mesin penggiling desa. Mesin penggilingan ini biasanya berbentuk palu atau piringan yang digunakan untuk menggiling biji-bijian menjadi tepung. Biasanya mesin giling ini tidak dilengkapi alat untuk mengupas. Dengan meningkatnya permintaan agar penggilingan dilakukan tepat waktu, orang-orang yang akan menggiling biji-bijian dengan mesin giling terlebih dahulu harus mengupas biji-bijian tersebut, terkadang dengan menggunakan lesung atau alu. Biji-bijian yang digiling tanpa dikupas terlebih dahulu akan menghasilkan produk yang kurang baik untuk dikonsumsi dan memiliki tekstur dan warna yang juga kurang bagus.&lt;br /&gt;Karena metode penggilingan sudah berubah, saat ini orang lebih berpikir bagaimana melakukan proses penggilingan dengan cara terbaik, bukan pada pemilihan apakah penggilingan lebih baik dilakukan dengan mesin atau bukan. Penggilingan kering, dirancang khusus untuk sorghum, yang dapat mengupas sekaligus menggiling biji menjadi tepung dapat meningkatkan nilai tambah. Tepung sorghum yang diproses secara mekanik dapat mengurangi waktu pemrosesan, kandungan air dalam tepung, dan jumlah kulit.&lt;br /&gt;Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kualitas tepung sehingga mudah dicerna, memiliki warna dan tekstur yang lebih bagus. Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai kualitas tepung yang dihasilkan dari proses mekanis.  Warna menjadi salah satu criteria utama yang menentukan penggunaan akhir sorghum tertentu.  Varietas dengan warna lebih ringan, yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih ringan melalui proses manual, banyak digunakan untuk membuat bubur, roti dan produk-produk lain berbasis tepung. Sementara varietas dengan warna lebih gelap, yang menghasilkan produk tepung dengan warna yang juga lebih gelap dan berasa sedikit pahit, banyak difermentasikan sebagai bahan baku bir dan minuman hasil fermentasi lainnya.&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki warnanya, secara tradisional biji-bijian ini sebagian diputihkan dengan cara direndam dalam larutan asam, seperti air asam jawa atau air cucian beras yang difermentasi, untuk kemudian digiling basah menjadi tepung pasta.&lt;br /&gt;Terdapat kandungan gizi yang hilang selama proses pengupasan. Dalam salah satu penelitian mengenai penggilingan manual di Nigeria, kehilangan ini mencapai 29% dari berat kering tercatat. Karena biji-bijian ini memiliki lapisan aleuron yang lembut dan mudah patah, maka tingkat kehilangan kandungan gizi akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;Dengan pemrosesan menggunakan mesin, tepung dapat diproduksi dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi dibanding dengan pemrosesan manual. Pengupasan secara mekanis dapat menghasilkan tepung putih dari sorghum varietas merah varietas biru-hijau dengan menurunkan tingkat ekstraksi dan menghilangkan lebih banyak kulit biji.  Cara ini menghasilkan tepung dengan warna yang bagus sehingga dapat digunakan untuk membuat produk-produk yang dimasak, kualitas nutrisi dari produk ini tidak sama dengan produk yang dibuat dari tepung hasil penggilingan dengan tingkat ekstraksi lebih tinggi.&lt;br /&gt;Dalam uji komparatif menggunakan sorghum yang dilakukan di Laboratorium Prairi, Saskatoon, nilai makanan biasanya menurun baik pada metode penggilingan manual maupun mesin, dan biasanya kehilangan nilai nutrisi ini lebih menonjol pada metode penggilingan dengan mesin. Pada tingkat ekstraksi setara, tepung yang berasal dari biji-bijian yang diproses secara mekanis memiliki kandungan protein rata-rata yang lebih rendah dibanding tepung yang berasal dari pemrosesan tradisional. Pada penggilingan secara mekanis, penerimaan serat mentah sebanding pada tepung gandum, namun  20-25% lebih sedikit pada tepung sorghum. Pada bayi dan anak-anak, kandungan serat yang lebih rendah lebih baik untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus, pengurangan kandungan serat dan protein dapat diabaikan jika mempertimbangkan komponen lain dalam makanan tertentu. Pada umumnya, sorghum dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain seperti kacang-kacangan, sereal lainnya, dan atau sayuran. Selain itu, pengurangan serat dan protein dapat diimbangi dengan peningkatan total konsumsi sorghum dan serat. Pengalaman di sejumlah Negara menunjukkan ketika tepung sorghum tersedia dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing maka konsumsinya akan meningkat.&lt;br /&gt;Dengan demikian, meminjam perkataan salah seorang peserta lokakarya, “bukannya melarikan diri dari produk-produk tradisional, malah kita harus mendorong agar produk-produk tersebut digunakan sebagai makanan berkualitas yang sama baik atau bahkan lebih baik daripada beberapa makanan sehat yang saat ini kita konsumsi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya  bahan pangan  hasil pertanian mengalami beberapa tingkat penyimpanan yaitu : tingkat petani, tingkat pengumpul, tingkat penyalur, tingkat peralihan, tingkat pengecer dan tingkat konsumen.&lt;br /&gt;Penyimpanan sederhana di tingkat petani adalah dengan cara menggantungkan malai sorghum di ruangan di atas perapian dapur. Cara ini berfungsi ganda yaitu untuk melanjutkan proses pengeringan dan asap api berfungsi pula sebagai pengendalian hama selama penyimpanan. Namun jumlah biji yang dapat disimpan dengan cara ini sangat terbatas.&lt;br /&gt;Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang), maka tinggi gudang harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah timbul. Dinding gudang sebaiknya ' terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari bahan besi, karma sangat peka terhadap perubahan suhu.&lt;br /&gt;Beras sorgum yang telah di masukkan  ke dalam karung goni atau tanpa pengarungan perlu di simpan di dalam gudang yang memenuhi syarat penggudangan. Syarat-syarat penggudangan antara lain: bebas dari serangan hama dan penyakit, suhu dan kelembaban terawasi dan pengendalian udara yang teratur.  Sebelum disimpan biji harus kering, bersih dan utuh (tidak pecah).&lt;br /&gt; Alat penyosoh  sorghum mekanis  mempunyai beberapa keuntungan  yaitu : &lt;br /&gt;1. Mutu beras sorghum lebih baik,&lt;br /&gt;2. Beras sorghum dapat terjamin bebas dari kadar tanin yang  membahayakan&lt;br /&gt;3. Proses penyosohan lebih capat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Pemanfaatan biji Sorghum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Rismunandar,  1989  Sorghum dapat di jadikan nasi sorghum  yang cukup pulan, begantung  pada jenisnya. Untuk membuat nasi sorgum, kulit arinya  harus benar-benar bersih, seandainya tidak di bersihkan akan mengakibatkan rasa pahit yang sesuai dengan sifat jenisnya. Berbagai jenis makanan yang dapat di hasilkan antara lain bubur tepung sorghum, dodol sorghum dan sebagainya. Sorghun juga dapat di gunakan untuk membuat tapai yang rasanya tidak kalah  jika dibandingkan dengan tapai yang di buat dengan  bahan dasar  ketan hitam atau ketan putih.&lt;br /&gt;Tepung sorghum juga  di manfaatkan untuk membuat briket arang kayu guna cetakan pengecoran besi. Pabrik Alumunium menggunakan tepung sorghum sebagai bahan untuk menggumpalkan peleburan Alumunium. Pengeboran minyak bumi menggunakan tepung sorghum untuk melicinkan pengeboran, pendingin bor, dan  menahan perembesan air dari dinding sumur bor.&lt;br /&gt;Pabrik  tepung sorghum  menghasilkan dedak sebagai bahan samping. Karena memiliki kadar minyak yang tinggi dedak sorghum juga dapat di manfaatkan untuk diambil minyaknya melalui proses ekstraksi dan menghasilkan minyak dedak yang nilainya sama dengan  minyak jagung. Dedak sorghum yang telah bebas dari minyak sangat baik untuk  makanan ternak besar dan kecil.&lt;br /&gt;Kulit ari  biji sorghum  mengandung sejenis lilin yang dapat digunakan sebagai bahan seminr sepatu, kertas karbon, isolasi, polois perabot rumah  dan sebagainya. Tepung sorghum yang tinggi kadungan protein dan gluteinnya  dimanfaatkan untuk campuran tepung tarwe dalam pembuatan roti.&lt;br /&gt;Tanaman sorghum manis sering disebut sebagai bahan baku industri bersih (clean industry) karena hampir semua komponen biomasa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri. Pemanfaatan sorghum manis secara umum diperoleh dari hasil-hasil utama (batang dan biji) serta limbah (daun) dan hasil ikutannya (ampas/bagasse) (Sumantri, A. et. al. 1996). Bioetanol dibuat dari nira batang sorgum manis, bijinya diproses menjadi tepung untuk menggantikan tepung beras atau terigu sebagai bahan pangan. Biji sorghum juga bisa menggantikan jagung yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industi pakan ternak. Daun sorghum dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak. Selain itu ternyata ampas batang sorghum (bagasse) yang telah diambil niranya dapat dimanfaatkan seratnya sebagai bahan baku pulp dalam industri kertas. Dalam hal ini pengembangan tanaman sorghum justru mendukung program pemerintah dalam rangka ketahanan pangan (program swasembada pangan) dan energi (program desa mandiri energi), selain itu juga mendukung pengembangan industri lainnya yaitu penggemukan sapi (swasembada daging) dan industri pulp (kertas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadi K. Purwadaria dan Tarma Purwanegara. Pengolahan Sorghum Tertama pada Aspek Penyosohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ICRISAT, 1990. Internatinal cprops research Institut for the semi-arid tropics west African sorgum Improvenment Program. Summary proceedings of symposium on the current status and potential uses of sorgum in Nigeria. Industrial Utilization of sorgum.  Institute for Agriculture reseach, samaru, Ahmadu Bello University, Zaria, Nigeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantje Laimeheriwa, 1990. Tekhnologi budidaya sorghum. Departemen Pertanian, Balai Informasi Pertanian. Irian Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L.W. Rooney and D.S. Murty. 1982. Procceding of International Symposium on Shorgum Grain Quality. Patancheru, A.P . India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rismunandar. 1989. Sorghum tanaman serbaguna. Penerbit Sinar baru Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally Vogel and Michael Graham, 1978. Sorgum and millet: food production and&lt;br /&gt;use. Report ot workshop help in Nairobi, Kenya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-4408580803476900599?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/4408580803476900599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=4408580803476900599' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/4408580803476900599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/4408580803476900599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2010/06/pascapanen-sorgum.html' title='PASCAPANEN SORGUM'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-6565467167297154112</id><published>2008-08-10T18:18:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T18:32:44.909-07:00</updated><title type='text'>Apel kupasan berwarna coklat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_V4W0ZrqJPE8/SJ-WVGSotnI/AAAAAAAAAPo/3LnUsSZv29E/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_V4W0ZrqJPE8/SJ-WVGSotnI/AAAAAAAAAPo/3LnUsSZv29E/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233066581238003314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerap kali kita melihat bahwa buah apel, pir, kentang dan salak, yang baru saja  di kupas, daging buah atau umbinya menjadi berwarna coklat. Dalam ilmu pangan  gejala itu di namakan browning atau pencoklatan.&lt;br /&gt;Pada umumnya proses pencoklatan ada dua macam yaitu pencokaltan enzimatis dan non enzimatis. Nah  pencoklatan pada buah ini tergolong pada pencoklatan  enzimatis, hal ini di karenakan  buah apel atau pada buah-buahan  pada umumnya banyak mengandung  substrat senyawa fenolik. Ada banyak sekali  senyawa fenolik yang dapat bertindak sebagai substrat dalam proses  pencoklatan enzimatik  pada buah-buahan dan sayuran. Di samping katekin dan turunannya seperti tirosin, asam kafeat, asam klorogenat, serta leukoantosianin dapat menjadi substrat proses pencoklatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Senyawa fenolik dengan jenis ortodihidroksi atau trihidroksi yang saling berdekatan merupakan substrat yang baik untuk proses pencoklatan. Proses pencoklatan enzimatik memerlukan adanya enzin fenol oksidase dan oksigen yang harus berhubungan  dengan substrat tersebut.&lt;br /&gt;Pencoklatan pada buah apel  dan buah lain setelah  di kupas  disebabkan oleh aktifitas enzim polypenol oxidase, yang dengan bantuan oksigen akan mengubah gugus  monophenol menjadi O-hidroksi phenol, yang selanjudnya diubah lagi menjadi O-kuinon. Gugus O-kuinon inilah yang membentuk warna coklat.&lt;br /&gt;Untuk mencegah terbentuknya  warna coklat pada buah apel tersebut, dapat dilakukan dengan cara  blanching.&lt;br /&gt;Blanching  merupakan perlakuan panas  terhadap bahan dengan  cara  merendam bahan  dalam air mendidih/ pemberian uap air panas terhadap bahan  dalam waktu singkat. Tujuan blanching itu sendiri adalah untuk menginaktifkan enzim terutama enzim peroksidase dan katalase. Selain itu ada beberapa manfaat lain yang dapat diambil  dari proses blanching yaitu :&lt;br /&gt;1.Membunuh mikrobia terutama yang tidak tahan terhadap panas.&lt;br /&gt;2.Untuk menghilangkan   gas-gas yang ada dalam sel/ jaringan bahan sehingga  akan menaikkan kualitas hasil akhir.&lt;br /&gt;3.untuk menghilangkan senyawa –senyawa lilin pada permukaan  bahan.&lt;br /&gt;4.untuk mengerutkan bahan   (menaikan isi kaleng dan memudahkan memasukkan bahan kedalam kaleng dalam proses pengalengan)&lt;br /&gt;5.untuk mempertajam flavour dan warna.&lt;br /&gt;Caranya setelah di kupas apel dipotong-potong, buah apel direndam dalam air panas  dengan suhu 82-93 derajat celcius) atau dikenai uap panas selama 3 menit. Selanjudnya direndam dalam larutan vitamin C, dengan ukuran 200 miligram per liter ( dalam 1 liter di berikan tablet kecil vitamin C). dengan demikian  akan didapatkan  apel tetap dalam kondisi yang segar  dan memperoleh tambahan vitamin C dalam buah tersebut. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-6565467167297154112?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/6565467167297154112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=6565467167297154112' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/6565467167297154112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/6565467167297154112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/08/apel-kupasan-berwarna-coklat.html' title='Apel kupasan berwarna coklat'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_V4W0ZrqJPE8/SJ-WVGSotnI/AAAAAAAAAPo/3LnUsSZv29E/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-1547665176808945451</id><published>2008-08-07T21:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T21:23:38.848-07:00</updated><title type='text'>Protein</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Protein merupakan  suatu  senyawa  makro-molekul yang terdiri atas  sejumlah asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Jika ikatan peptida tersebut  terjadi dari dua asam  amino hasilnya disebut  sebagai dipeptida dan jika dari tiga, empat,  atau lima peptida hasilnya  dikatakan sebagai tripeptida, peptapeptida dan penta peptida. Jika ikatan peptida tersebut lebih dari dua ikatan maka secara umum dapat dinamakan sebagai polipeptida.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar susunan  asam amino serta ikatan-ikatan yang terjadi antara  asam amino dalam  suatu molekul  protein, dibedakan menjadi 4 macam struktur protein yaitu struktur primer, struktur sekunder, struktur  tersier dan struktur quarter. Protein sering mengalami perubahan  sifat setelah mengalami  perlakuan tertentu, meskipun sangat sedikit ataupun ringan  dan belum mneyebabkan terjadinya pemecahan  ikatan kovalen atau peptida, perubahan inilah  yang dinamakan dengan denaturasi protein.&lt;br /&gt;Denaturasi protein dapat terjadi dengan berbagai macam perlakuan, antara lain dengan perlakuan panas, pH, garam dan tegangan permukaan. Laju denaturasi protein dapat mencapai 600 kali untuk tiap kenaikan 10o. Suhu terjadinya  denaturasi sebagian besar protein terjadi berkisar antara 55 – 75oC.&lt;br /&gt;Pada protein yang mengalami denaturasi proteinnya  akan mengendap karena gugus-gugus yang bermuatan positif  dan negatif dalam jumlah  yang sama atau netral atau dalam keadaan titik isoelektrik.&lt;br /&gt;Pada denaturasi terjadi pemutusan ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik dan ikatan garam hingga molekul protein tidak punya lipatan lagi.&lt;br /&gt;Garam-garam seperti misalnya natrium klorida dalam konsentrasi tertentu  dapat menyebabkan denaturasi atau koagulasi. Pada protein telur mudah terdenaturasi oleh adanya panas dan tegangan muka bila putih telur tersebut diaduk sampai menjadi buih.&lt;br /&gt;Protein yang telah ,mengalami denaturasi akan memberikan beberapa perubahan dalam bebrapa hal seperti :&lt;br /&gt;1.Viskositas naik ( karena mol menjadi asimetris dan lipatan hilang )&lt;br /&gt;2.Rotasi optis larutan protein meningkat.&lt;br /&gt;Pada beras, protein merupakan  penyusun kedua setelah pati. Kandungan protein pada beras pecah kulit sekitar 8 persen dan pada beras giling  sekitar 7 persen. Protein beras ini  dianggap tertinggi mutunya diantara protein-protein  serealia lainnya. Hal ini dikarenakan protein beras mengandung lisinnya yang relatif tinggi yaitu kurang lebih 4 persen. Pada protein beras  umumnya dikelompokkan  menjadi 4 fraksi yaitu : albumin, globulin, prolamin dan glutein. Distribusi protein ini akan merata dengan meningkatnya  kadar protein beras. Dari 24 contoh beras giling varietas beras padi di Indonesia, padi bulu ( Japonika ) mempunyai  rata-rata kadar protein lebih rendah ( 7,7 persen ), dibanding  dengan padi indica ( 8,5 persen ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-1547665176808945451?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/1547665176808945451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=1547665176808945451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1547665176808945451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1547665176808945451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/08/protein.html' title='Protein'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-3930400449635498050</id><published>2008-08-07T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T17:58:31.109-07:00</updated><title type='text'>Santan Kelapa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minyak dalam  santan terdapat  dalam bentuk emulsi minyak air   dengan protein sebagai stabilisator emulsi. Air sebagai pendispersi dan minyak sebagai fase terdispersi. Di dalam  sistim emulsi minyak air, protein membungkus  butir-butir minyak dengan suatu lapisan tipis sehingga  butir-butir tersebut tidak  dapat bergabung menjadi satu fase  kontinyu. Butir-butir minyak  dapat bergabung menjadi satu fase  kontinyu jika sistem emulsi di pecah  dengan jalan merusak protein  sebagai pembungkkus butir-butir minyak. Dalam industri makanan, peran santan sangat  penting baik sebagai sumber gizi, penambahan aroma, cita  rasa , flavour dan perbaikan tekstur  bahan pangan hasil olahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Santan mengandung senyawa  nonylmethylketon, dengan suhu yang  tinggi  akan menyebabkan bersifat  volatil dan menimbulkan  bau yang enak.&lt;br /&gt;Mengekstraksi santan dapat dilakukan  pemerasan dengan tangan  dan dilakukan penyaringan. Pemarutan merupakan tahap pendahuluan  dalam memperoleh santa. Pemarutan bertujuan  untuk menghancurkan daging  buah dan merusak jaringan  yang mengandung santan sehingga  santan mudah keluar  dari jaringan tersebut. Pemerasan dengan menggunakan tangan untuk memberikan tekanan  pada hasil parutan dan memaksa santan keluar dari jaringan.&lt;br /&gt;Santan  dapat mengalami destabilisasi oleh  beberapa mekanisme  destabilisasi yaitu :&lt;br /&gt;1.Pembentukan krim dan sedimentasi yang disebabkan oleh gaya grafitasi pada fase-fase yang densitasnya berbeda.&lt;br /&gt;2.Flokulasi atau  pengelompokan ( clutering ), setelah flokulasi, globula lemak bergerak sebagai kelompok bukannya individu. Flokulasi tidak melibatkan  kerusakan lapisan  tipis antar permukaan,  yang  dalam keadan normal mengelilingi masing-masing globula, dan demikian tidak melibatkan  perubahan ukuran globula  asli.  Muatan elektrostatik yang  kurang cukup pada permukaan  merupakan penyebab utama flokulasi.&lt;br /&gt;3.Koalesensi ( coalescence) yang melibatkan pecahnya  lapisan tipis  antar permukaan , penggabungan  globula-globula, dan penurunan  areal antar permukaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-3930400449635498050?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/3930400449635498050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=3930400449635498050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/3930400449635498050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/3930400449635498050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/08/santan-kelapa.html' title='Santan Kelapa'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-1199573799804657791</id><published>2008-08-06T21:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T22:07:02.837-07:00</updated><title type='text'>Sifat-sifat Organoleptik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organoleptik merupakan pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan kesukaan dan kemauan untuk mempegunakan suatu produk.&lt;br /&gt;Dalam penilaian bahan pangan sifat yang menentukan diterima atau tidak suatu produk adalah sifat indrawinya. Penilaian indrawi ini ada enam tahap yaitu pertama menerima bahan, mengenali bahan, mengadakan klarifikasi sifat-sifat bahan, mengingat kembali bahan yang telah diamati, dan menguraikan kembali sifat indrawi produk tersebut. Indra yang digunakan dalam menilai sifat indrawi suatu produk adalah : ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.  Penglihatan yang berhubungan dengan warna kilap, viskositas, ukuran dan bentuk, volume kerapatan dan berat jenis, panjang lebar dan diameter serta bentuk bahan.&lt;br /&gt;2.  Indra peraba yang berkaitan dengan struktur, tekstur dan konsistensi. Struktur merupakan sifat dari komponen penyusun, tekstur merupakan sensasi tekanan yang dapat diamati dengan mulut atau perabaan dengan jari, dan konsistensi merupakan tebal, tipis dan halus.&lt;br /&gt;3.  Indra pembau, pembauan juga dapat digunakan sebagai suatu indikator terjadinya kerusakan pada produk, misalnya ada bau busuk yang menandakan produk tersebut telah mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;4.  Indra pengecap, dalam hal kepekaan rasa , maka rasa manis dapat dengan mudah dirasakan pada ujung lidah, rasa asin pada ujung dan pinggir lidah, rasa asam pada pinggir lidah dan rasa pahit pada bagian belakang lidah.&lt;br /&gt;Penentu bahan makanan pada umumnya sangat ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : warna , rasa, tekstur, viskositas dan nilai gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita rasa suatu makanan terdiri atas tiga komponen yaitu: bau, rasa dan ransangan mulut, yang dapat diamati oleh indra pembau adalah : zat berbau berbentuk uap sedikit larut dalam air, sedikit larut dalam lemak dan molekul-molekul bau harus sempat menyentuh silia sel olfaktori dan diteruskan ke otak dalam bentuk impuls listrik oleh ujung syaraf olfaktori.&lt;br /&gt;Sedangkan yang mempengaruhi rasa yaitu senyawa kimia, suhu, konsentrasi dan interaksi dengan komponen rasa yang lain. Mutu cita rasa nasi terutama sangat ditentukan oleh kepulenan nasi tersebut, kemekaran, aroma, warna nasi dan rasa nasi.&lt;br /&gt;Senyawa yang berhubungan dengan aroma bahan makanan yang di panaskan adalah furanon, senyawa 4-hidroksi,3dimetil-3-dihidroksifuranon yang mempunyai bau karamel. Senyawa 4-hidroksi-5-metil-3-dihidrofuranon yang mempunyai bau akar chikori yang disangrai, senyawa 2,5-dimetil-3-dihidrofuranon yang mempunyai bau roti yang baru selesai pengovenan, serta isomalton dan malton yang merupakan produk karamelisasi dan pirolisin karbohidrat. Pada bahan yang mnegandung lemak akan mengalami ketengikan akibat oksidasi, yang menyebabkan cita rasa yang menyimpang. Bahan makanan yang mengandung minyak apabila terkena oksigen secara langsung akan menyebabkan terjadinya reaksi oksidasi yang menghasilkan asam lemak berantai pendek, keton, aldehid yang bersifat volatil yang menimbulkan bau tengik.&lt;br /&gt;Bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan protein akan mengalami pencoklatan non-enzimatis, apabila bahan tersebut dipanaskan atau sering disebut dengan reaksi Meillard akan dapat menghasilkan bau enak maupun tidak enak. Bau tidak enak dihasilkan oleh dehidrasi kuat yaitu furfural, dehidrofurfural dan HMF serta hasil pemecahan yaitu piruvaldehid, diasetil. Untuk pembentukan rasa enak adalah hasil degradasi sttrecker dari asam amino alfa diubah menjadi aldehid dengan atom karbon yang berkurang satu.&lt;br /&gt;Tekstur dan konsistensi bahan akan mempengaruhi cita rasa suatu bahan. Perubahan tekstur dan viskositas bahan dapat mengubah rasa dan bau yang timbul, karena dapat mempengaruhi kecepatan timbulnya rasa terhadap sel reseptor alfaktori dan kelenjar air liur, semakin kental suatu bahan penerimaan terhadap intensitas rasa , bau dan rasa semakin berkurang . Kenaikan temperatur akan menaikkan ransangan pada rasa manis tetapi akan menurunkan ransangan pada rasa asin dan pahit.&lt;br /&gt;Rasa manis pada gula akan bertambah apabila konsentrasi gula semakin tinggi, tetapi sampai pada konsentrasi tertentu rasa enak yang timbul akan berkurang, demikian juga dengan ketiga rasa yang lain, komponen rasa akan berinteraksi dengan komponen rasa primer . Akibat yang ditimbulkan mungkin meningkatkan intensitas rasa atau penurunan intensitas rasa &lt;br /&gt;Berbagai senyawa kimia menimbulkan rasa yang berbeda. Rasa asam disebabkan oleh donor proton, misalnya asam pada cuka, buah-buahan dan sayuran. Rasa asin dihasilkan garam-garam anorganik, umumnya NaCL murni. Tetapi garam-garam anorganik lainnya seperti garam iodida dan bromida mempunyai rasa pahit. Sedangkan garam-garam Pb dan Be mempunyai rasa manis. Rasa manis ditimbulkan oleh senyawa organik alifatik yang mengandung gugus OH seperti alkohol, beberapa asam amino, aldehida dan gliserol. Sumber rasa manis terutama berasal dari gula atau sukrosa dan monosakarida atau disakarida. Rasa pahit disebabkan oleh alkaloid-alkaloid, misalnya kaffein, teobromin, kuinon, glikosida, senyawa fenol seperti naringin, garam-garam Mg, Nh4 dan Co.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-1199573799804657791?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/1199573799804657791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=1199573799804657791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1199573799804657791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1199573799804657791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/08/sifat-sifat-organoleptik_8614.html' title='Sifat-sifat Organoleptik'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-1944821938343856044</id><published>2008-07-31T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T19:55:36.360-07:00</updated><title type='text'>Rehidrasi pati</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Unix)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Rehidrasi pati  adalah proses penyerapan air  kembali ke dalalam bahan kering  atau pati yang sebelumnya  telah mengalami gelatinisasi. Pati yang telah mnegalami gelatinisasi tersebut dapat di keringkan , tetapi pati tersebut tidak memiliki  sifat-sifat  sebelum mengami gelatinisasi dan masih mampu mneyerap air  dalam jumlah yang besar. Dengan demikian prinsip rehidrasi sama dengan  proses gelatinisasi, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi rehidrasi sama dengan faktor-faktor yang mempengeruhi gelatinisasi, yaitu, suhu, ukuran partikel, konsentrasi, pH, dan komponen lainnya  seperti gula, lemak, asam lemak, dan protein.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Butiran pati yang telah di keringkan  sampai kadar air 8-9 persen dari berat bahan  akan cepat mengalami rehidrasi ketika dicampurkan dengan air mendidih. Dan produk cepat masak  mengalami rehidrasi apabila butiran pati mempunyi ukuran yang lebih kecil serta  di tambah air mendidih pada kisaran 190&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;F – 210&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;F ( 73,5-116,7&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;Produk yang proses rehidrasinya cepat seperti: tepung sereal yang mempunyai tekstur yang  baik serta mempunyai rasa dan aroma yang baik, atau  dengan kata lain  mempunyai mutu yang tinggi. Sereal yang mengalami rehidrasi, rasa dan bentuknya  tidak seperti tepung tetapi seperti bubur.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-1944821938343856044?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/1944821938343856044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=1944821938343856044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1944821938343856044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1944821938343856044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/07/rehidrasi-pati.html' title='Rehidrasi pati'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-5912198342777923256</id><published>2008-07-31T18:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T18:53:14.725-07:00</updated><title type='text'>KOLESTEROL</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Unix)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kolesterol&lt;/span&gt; adalah  komponen lemak darah,  dan kita ketahui bahwa lemak merupakan zat yang di butuhkan  tubuh selain protein, vitamin, mineral dan karbohidrat. Lemak dalam tubuh kita berguna  untuk membentuk dinding sel-sel tubuh. Kolesterol yang kita butuhkan  secara normal diproduksi sendiri  dalam jumlah yang tepat. Namun kolesterol juga dapat meningkat  jika kita sering mengkonsumsi  makanan dengan kadar  lemak hewan tinggi ( otak sapi, daging merah, seafood, kuning telur, keju, dll ) atau makanan cepat saji ( junkfood).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kolesterol yang berlebihan  akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah, dan membentuk timbunan yang mengganggu aliran darah serta mengeraskan  dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah tidak dapat mengembang atau mengkerut sesuai dengan kebutuhan. Hal ini akan menjadi cikal  bakal terjadinya penyakit jantung atau stroke.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Di dalam tubuh kita, kolesterol terdiri dari  kolesterol LDL ( low density lipoprotein), HDL ( hight density lipoprotein), dan trigliserida. Kolesterol LDL yang di produksi di  hati beredar di pembuluh darah dan menuju ke sel-sel tubuh, seperti sel jantung, sel otak, dan sel sel di organ lain yang membutuhkan. Kolesterol LDL yang tersisa akan  dibawa oleh kolesterol HDL  kembali ke hati dan dibuang ke kandung empedu sebagai asam empedu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kolesterol LDL sering di sebut juga sebagai asam empedu “ kolesterol jahat” karena mudah menempel di dinding pembuluh  darah dan menyebabkan aterosklerosis. Kolesterol HDL sering juga disebut  “ kolesterol baik”, karena ia  membersihakan kelebihan  kolesterol dari  dinding  pembuluh darah untuk  dibawa kehati dan dibuang  di kandung empedu. Kolesterol HDL memiliki  kandungan lemak  lebih sedikit dan memiliki tingkat  kepadatan yang lebih tinggi, sehingga lebih berat..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kolesterol LDL yang berlebihan akan menyebabkan  ia mudah melekat didinding dalam  pembuluh darah. LDL akan menembus dinding  dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan  dinding pembuluh darah menyempit.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Molekul LDL dapat melekat didinding  pembuluh darah karena adanya proses oksidasi oleh radikal bebas  ( misalnya asap rokok). LDL yang teroksidasi tersebut mampu mengubah  sel-sel makrofag (sejenis sel darah putih yang beredar di dalam darah) menjadi sel busa  ( foam cell ) sehingga akan membentuk gumpalan ( plaque) yang makin lama semakin membesar, dan hasil akhirnya berupa penyempitan pembuluh darah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;LDL yang teroksidasi tadi juga akan meransang sel-sel otot polos didinding pembuluh darah ( pembuluh darah memiliki  otot pada dindingnya sehingga dapat bersifat fleksibel, dapat mengembang dan mengkerut) dan akhirnya dapat  menyebabkan pengerasan  dinding pembuluh darah, tidak dapat bersifat fleksibel lagi, dan tekanan darah dapat meningkat karena aliran darah  tidak lancar. Pembuluh darah  yang mengeras juga mudah pecah jika tekanan  darah meningkat tajam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Proses aterosklerosis ini dapat terjadi di otak, jantung, ginjal, tungkai atas/bawah, dan organ vital lainnya. Jika terjadinya di Otak penyakitnya adalah stoke, jika mengenai pembuluh  darah koroner menyebabkan penyakit jantung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Untuk mensiasati kolesterol yang tinggi dengan bijak yaitu dengan mnegatur makanan. Menghindari  makanan dengan kadar kolesterol tinggi, seperti daging sapi, kambing, babi, kulit ayam, jeroan, otak, seafood,  dan kuning telur dengan porsi yang berlebihan. Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang berwarna . Kadar kolesterol tinggi akan meningkat  sesuai dengan usia, dan pria  usia produktif akan memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, lebih cepat disbanding wanita usia produktif. Namun saat wanita  memasuki usia menopause, kadar kolesterol pada wanita mulai meningkat dan bias menjadi faktor resiko penyakit jantung atau sroke.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kolesterol tinggi umumnya tidak memberikan gejala, namun jika kadar lemak darah sangat tinggi, ia dapat menyebabkan  membentuk suatu  pertumbuhan  di bawah kulit atau urat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kadar kolesterol yang tinggi berhubungan erat dengan :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia ( kadar lemak darah tinggi ), kelebihan berat badan, kurang olah raga, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, dan diabetes yang tidak terkontrol.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kadar lemak darah yang tinggi  biasanya tidak menimbulkan  gejala  sehingga kita harus mengadopsi gaya hidup sehat dengan  dengan memodifikasi faktor-faktor diatas  ( kecuali faktor riwayat keluarga), misalkan dengan mempertahankan berat badan ideal, menghentikan merokok dan konsumsi alkohol, kontrol kadar lemak darah / gula secara teratur, dan melakukan olahraga secara teratur, kontinyu, persisten dan dengan kualitas dan kuantitas yang meningkat secara bertahap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika faktor-faktor tersebut diatas  telah dilakukan namun belum dapat mengontrol kadar lemak darah, maka lakukan pengobatan terhadap hiperkolesterolemia. Ada banyak jenis obat  menurunkan  kadar kolesterol. Usahakan untuk  memeriksakan  kadar kolesterol  sebelum mengkonsumsi obat dan setelah mengkonsumsi obat  untuk mengevaluasi keberhasilan terapi, tabel berikut dapat menjadi panduan untuk nilai kolesterol yang ideal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; width: 365px; height: 342px;" border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="7" cellspacing="0"&gt; 	&lt;col width="101"&gt; 	&lt;col width="102"&gt; 	&lt;col width="150"&gt; 	&lt;col width="162"&gt; 	&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="2" width="216"&gt; 			&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Total Cholesterol ( 			mg/dl)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 			&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="2" width="326"&gt; 			&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;LDL Cholesterol ( 			mg/dl)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; 			&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="101"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;&lt;200&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="102"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;Desirable&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="150"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;100-129&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="162"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;Near optimal/above optimal&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="101"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;200-239&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="102"&gt; 			&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Borderline&lt;/p&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;			&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="150"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;130-159&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="162"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;Borderline High&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; 	&lt;tr&gt; 		&lt;td width="101"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;≥240&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="102"&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;high&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="150"&gt; 			&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;160-189&lt;/p&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;≥ 190&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 		&lt;td width="162"&gt; 			&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;High&lt;/p&gt; 			&lt;p align="justify"&gt;Very high&lt;/p&gt; 		&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : National Heart lung ang blood institute, National Cholesterol Education Program USA&lt;/span&gt;,&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-5912198342777923256?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/5912198342777923256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=5912198342777923256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/5912198342777923256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/5912198342777923256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/07/kolesterol.html' title='KOLESTEROL'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-8664148456808203547</id><published>2008-07-29T00:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:41:40.311-07:00</updated><title type='text'>Hubungan antara varietas dengan komposisi beras</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Varietas beras  sangat beragam dan  dapat  dilihat dari masing-masing daerah, misalnya beras varietas cianjur, beras solok, beras banyuwangi. Berdasarkan varietasnya dikenal adanya beras Rojolele, Beras bulu, Beras IR, Beras  Cisadane dan lain-lain.&lt;br /&gt;Beras dengan berbagai varietas ini memiliki komposisi penyusun yang berbeda-beda pula, terutama kandungan amilosa-amilopektin beras tersebut. Perbedaan komposisi ini sangat dipengaruhi oleh  kondisi tanah pertanian, pemupukan, lingkungan  tempat tumbuhnya dan iklim. Varietas-varietas indica yang ditanam didaerah tropis mengandung amilosa sedang sampai tinggi. Varietas Japonica yang umumnya di tanam di daerah sub tropis memiliki kandungan  amilosa rendah dan  berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kandungan  amilosa dari 3 varietas yang dapat diisolasi yaitu beras indica, Japonica dan beras ketan masing-masing secara berurutan memiliki kandungan amilosa 25,5 persen, 14,8 persen, 0,99 persen.&lt;br /&gt;Secara umum varietas beras dapat digolongkan  ke dalam 3 golongan  yang berdasarkan pada  kandungan amilosanya yaitu : golongan amilosa rendah, sedang dan tinggi. Beras dengan golongan amilosa rendah mempunyai kandungan amilosa 10-20 persen, misalnya beras cisadane dengan  kandungan amilosa 20 persen. Apabila kandungan beras tersebut antara 20-25 persen maka dapat digolongkan ke dalam amilosa sedang, contohnya adalah beras IR 64 dengan kandungan amilosa  24 persen, dan golongan amilosa  tinggi dengan kandungan amilosa  25-32 persen, contohnya adalah beras IR 36 dengan kandungan  amilosa 25 persen.&lt;br /&gt;Perbandingan  antara amilosa dan amilopektin ini di jadikan dasar atau merupakan factor tunggal dalam menentukan  mutu rasa dan tekstur nasi. Kandungan amilosa tersebut berkorelasi positif dengan tingkat kelemahan, kelengketan, warna dan kilap. Semakin tinggi kadar amilosa volume nasi yang diperoleh makin besar tanpa kecenderungan  mengempes, hal ini  dikarenakan amilosa mempunyai kemampuan retrogadasi yang lebih besar.&lt;br /&gt;Beras dengan kandungan amilosa tinggi menghasilkan nasi pera dan kering, sebaliknya beras dengan kandungan  amilosa rendah menghasilkan nasi yang lengket dan lunak.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-8664148456808203547?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/8664148456808203547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=8664148456808203547' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/8664148456808203547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/8664148456808203547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/07/hubungan-antara-varietas-dengan.html' title='Hubungan antara varietas dengan komposisi beras'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-1353678172799932913</id><published>2008-07-29T00:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:38:19.800-07:00</updated><title type='text'>KERUSAKAN KARBOHIDRAT</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Apabila bahan makanan di beri pemanasan  maka nilai nutrisi dari bahan tersebut  akan mengalami perubahan  antara lain flavor, warna dan tekstur. Hal ini di sebabkan perubahan  atau kerusakan pada  komponen  kualitas nutrisi. Perubahan kimia bahan pangan akan mengakibatkan  perubahan fisik pada bahan makanan.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Perubahan kimia karena panas dapat dibedakan menjadi 2 peristiwa yaitu hidrolisis dan oksidasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt; Pati sebagai komponen utama karbohidrat pada suhu tinggi dapat mengalami hidrolisis. Meningkatnya suhu akan meningkatkan kecepatan hidolisis pati. Pada suhu tinggi  pati dapat mengalami pemecahan – pemecahan  menjadi senyawa-senyawa sederhana seperti glukosa, maltosa dan dekstrin. Komponen karbohidrat lainnya  yaitu sukrosa juga mengalami hidrolisis pada kadar air rendah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Hidrolisis pati dapat juga dipengaruhi oleh pH, konfigurasi anomerik dan ukuran cincin glukosil.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Glikosidis lebih mudah terhidrolisis  pada kondisi asam daripada kondisi basa dan cenderung stabil. Karbohidrat cenderung tidak stabil pada suasana asam, khususnya pada suhu tinggi. Perbedaan nilai anomerik hidrolisis   β-D-glikosidis adalah lebih kecil dari pada α-D-anomer, perbedaan ini  disebabkan variasi structural dan perbedaan pada derajad gabungan antara oligo dan polisakarida. Cincin furanosa jauh lebih mudah dihidrolisis daripada cincin firanosa, walaupun hidrolisa pyranosa adalah gabungan molekul, hidrolisis furanosa dianggap sebagai bimolekuler karena entropy negatifnya diaktifkan.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-1353678172799932913?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/1353678172799932913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=1353678172799932913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1353678172799932913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1353678172799932913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/07/kerusakan-karbohidrat.html' title='KERUSAKAN KARBOHIDRAT'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-4067256423532231246</id><published>2008-07-28T20:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T21:45:42.102-07:00</updated><title type='text'>Komposisi Beras</title><content type='html'>   	&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.3  (Linux)"&gt; 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Beras merupakan daging buah dari tanaman&lt;i&gt; Oriza Sativa L&lt;/i&gt; . Di Indonesia  diantara  berbagai macam  makanan pokok  berpati, beras merupakan sumber kalori yang penting bagi sebagian besar penduduk, dengan mensuplai kalori sebanyak 60 – 80 persen dan protin 45 – 55 persen. Menurut &lt;i&gt;Araullo. Et al&lt;/i&gt; beras  menyumbang  kalori sebesar 253 kalori dan 354 kalori untuk setian 100 gram beras pecah kulit dan  beras sosoh.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Pada biji padi atau gabah terdiri dari 2 bagian yaitu  bagian yang dapat di makan yaitu &lt;i&gt;kariopsis&lt;/i&gt; yang merupakan penyusun utama  dan bagian yang tidak dapat dimakan  yaitu kulit gabah atau sekam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Penyusun dari  bagian kariopsis ini  terdiri dari 1-2 persen  perikap. Aleuron dan testa 4-6 persen , lema ( sekam kelopak 2-3 persen  dan endosperem 89-94 persen ). Komposisi dari  kariopsis ini berbeda-beda yang kemungkinan di sebabkan oleh adanya perbedaan  varietas beras dan perbedaan pola budidayanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Hasil penggilingan gabah pada umumnya akan diperoleh sekam antara 18-28 %, beras pecah kulit 72-82 persen atau beras giling (sosoh) 64-74 persen. Dedak 4-5 % bekatul halus 3 %.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Beras terdiri dari beberapa komponen yang meliputi  Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin mineral dan komponen lainnya. Besar masing-masing komponen di pengaruhi oleh varietas, lingkungan budidaya dan metoda analisa yang dilakukan. Kandungan karbohidrat 74,9-77,8 persen , protein 7,1-83 persen, lemak 0,5-0,9persen.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Karbohidrat merupakan penyusun utama beras dan sebagian besar  dari karbohidrat ini adalah pati, sedang karbohidat lain seperti pentosa dan selulosa, hemiselulosa dan gula hanya terdapat dalam jumlah  yang lebih sedikit, oleh karena itu pati merupakan fraksi terbesar dalam beras, maka sifat  fisikokimia pati mempunyai peranan penting dalam penentuan  sifat fisikokimia beras.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Komponen penyusun kedua  setelah karbohidrat  adalah protein, walaupun jumlah protein  dalam beras tergolong kecil atau relatif rendah  yaitu kurang lebih 8 persen pada beras pecah kulit dan 7 persen pada beras giling, mutu dari protein ini tergolong tinggi, karena kandungan lisin yang relative tinggi  yaitu kurang lebih 4 persen dan protein dapat menghasilkan kalori sebesar 40-80 persen kalori. Nilai cerna protein  beras sekitar 96,5 persen untuk biji gabah dan 98 persen untuk beras giling.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Kandungan protein dalam beras terdiri atas 5 persen albumin ( protein yang larut dalam air ), 10 persen globulin ( protein yang larut dalam garam), lebih dari 10 persen glutelin (protein larut dalam  alcohol).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Kandungan lipid atau lemak merupakan penyusun ketiga setelah karbihidat  dan protein, pada beras pecah kulit  adalah 2,4-3,9 persen sedang pada beras giling adalah 0,3-0,6 persen,  lipida  tersebut dalam bentuk trigliserida datu lipid netral dan dalam asam lemak bebas atau lipid polar asam-asam lemak utama dalam lipida beras adalah asam palmitat, oleat dan linoleat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Dalam endosperm  terutama pati  mengandung lipida fungsional. Fraksi utama dari lipid beras adalah  asam oleat dan palmitat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;Penyusun berikutnya adalah vitamin, pada beras  adalah dalam bentuk tiamin, riboflavin, niasin dan piridoksin, masing-masing berturut-turut 4ug/g, 0,6ug/g dan 50ug/g. Kandungan  vitamin ini biasanya  lebih tinggi  pada beras pecah kulit daro pada beras sosoh, kadar riboflavin dalam beras  rendah dan vitamin C tidak ada.&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-4067256423532231246?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/4067256423532231246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=4067256423532231246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/4067256423532231246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/4067256423532231246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/07/komposisi-beras.html' title='Komposisi Beras'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-5342094843470619192</id><published>2008-06-01T19:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T21:50:56.353-07:00</updated><title type='text'>Prinsip Pengawetan Pangan</title><content type='html'>Kehilangan mutu dan kerusakan pangan disebabkan oleh faktor-faktor &lt;br /&gt;sebagai berikut: &lt;br /&gt;1).pertumbuhan mikroba yang menggunakan pangan sebagai substrat untuk    memproduksi toksin didalam pangan;&lt;br /&gt;2).katabolisme dan pelayuan (senescence) yaitu proses pemecahan dan  pematangan      yang dikatalisis enzim &lt;br /&gt;   indigenus;&lt;br /&gt;3).reaksi kimia antar komponen pangan dan/atau bahan-bahan lainnya dalam      lingkungan penyimpanan; &lt;br /&gt;4).kerusakan fisik oleh faktor lingkungan (kondisi proses maupun penyimpanan) dan &lt;br /&gt;5).Kontaminasi serangga, parasit dan tikus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat berjalan, setiap reaksi kimiawi dan enzimatis membutuhkan kondisi lingkungan yang optimum (misalnya suhu, pH, konsentrasi garam, ketersediaan air, kofaktor dan faktor lainnya).  Sebagai contoh, mikroorganisme  memerlukan semua kondisi yang optimum untuk berlangsungnya reaksi kimiawi dan enzimatis, dan juga membutuhkan karbon, sumber nitrogen, beragam mineral, dan ada atau tidak ada oksigen (aerobik/anaero-bik), beberapa vitamin dan sebagainya.  Sehingga: untuk mengontrol kerusakan kita harus membuat kondisi yang dapat menghambat terjadinya reaksi yang tidak dikehendaki.  Secara umum, penyebab utama kerusakan produk susu, daging dan unggas adalah mikroorganisme sementara penyebab utama kerusakan buah dan sayur pada tahap awal adalah proses pelayuan (senescence) dan pengeringan (desiccation) yang kemudian diikuti oleh aktivitas mikroorganisme.  &lt;br /&gt;Prinsip pengawetan pangan ada tiga, yaitu: &lt;br /&gt;1). Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial; &lt;br /&gt;2). Mencegah atau memperlambat  laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan; dan &lt;br /&gt;3). Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk serangan hama.  Mencegah atau memperlambat  &lt;br /&gt;    kerusakan mikrobial dapat dilakukan dengan cara: &lt;br /&gt;    a). mencegah masuknya mikroorganisme (bekerja dengan aseptis); &lt;br /&gt;    b). mengeluarkan mikroorganisme, misalnya dengan proses filtrasi; &lt;br /&gt;    c). menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme, misalnya dengan penggunaan suhu rendah, pengeringan,  &lt;br /&gt;        penggunaan kondisi anaerobik atau penggunaan pengawet kimia; &lt;br /&gt;    d). membunuh mikroorganisme, misalnya dengan sterilisasi atau radiasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah atau memperlambat  laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan dapat dilakukan dengan cara destruksi atau inaktivasi enzim pangan, misalnya dengan proses blansir dan atau dengan memperlambat reaksi kimia, misalnya mencegah reaksi oksidasi dengan penambahan anti oksidan. &lt;br /&gt;Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur simpan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan) produk pangan.  Proses pengolahan apa yang akan dilakukan, tergantung pada berapa lama umur simpan produk yang diinginkan, dan berapa banyak perubahan mutu produk yang dapat diterima.  Berdasarkan target waktu pengawetan, maka pengawetan dapat bersifat jangka pendek atau bersifat jangka panjang.  &lt;br /&gt;Pengawetan jangka pendek dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya penanganan aseptis, penggunaan suhu rendah (&lt;20°C), pengeluaran sebagian air bahan, perlakuan panas ‘ringan’, mengurangi keberadaan udara, penggunaan pengawet dalam konsentrasi rendah, fermentasi, radiasi dan kombinasinya.  &lt;br /&gt;Penanganan aseptis merupakan proses penanganan yang dilakukan dengan mencegah masuknya kontaminan kimiawi dan mikroorganisme kedalam bahan pangan, atau mencegah terjadinya kontaminasi pada tingkat pertama.  Penanganan produk dilakukan untuk mencegah kerusakan produk yang bisa menyebabkan terjadinya pengeringan (layu), pemecahan enzim alami dan masuknya mikroorganisme. &lt;br /&gt;Penggunaan suhu rendah bertujuan untuk memperlambat laju reaksi kimia, reaksi enzimatis dan pertumbuhan mikroorganisme tanpa menyebabkan kerusakan produk.  &lt;br /&gt;Beberapa perubahan kimia seperti terjadi pada tepung, sereal, biji-bijian, minyak &lt;br /&gt;disebabkan oleh keberadaan air.  Air dibutuhkan mikroorganisme untuk mempertahankan hidupnya.  Pengeluaran sebagian kandungan air bahan melalui proses pemekatan atau pengeringan akan menurunkan laju reaksi kimiawi, enzimatis maupun mikrobial.&lt;br /&gt;Perlakuan panas ringan (pasteurisasi dan blansir) dilakukan pada suhu &lt;100°C.  Proses blansir akan merusak sistem enzim dan membunuh sebagian mikroorganisme.  Tetapi, sebagian besar mikroorganisme tidak dapat dihancurkan oleh proses blansir.  Pasteurisasi menggunakan intensitas suhu dan waktu pemanasan yang lebih besar daripada blansir.  Pasteurisasi akan menginaktifasi enzim, membunuh mikroorganisme patogen (penyebab peyakit) dan sebagian mikroorganisme pembusuk.   &lt;br /&gt;Beberapa reaksi penyebab kerusakan pangan dipicu oleh oksigen.  Reaksi kimiawi seperti oksidasi lemak (ketengikan) yang terjadi pada minyak sayur, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, susu, daging dan reaksi pencoklatan pada buah dan sayur dapat diperlambat dengan mengurangi kehadiran oksigen. &lt;br /&gt;Penggunaan pengawet dengan konsentrasi rendah dan proses fermentasi juga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan temporer.  Gula, garam, asam dan SO2 menghambat pertumbuhan mikroorganisme.  Asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan menghambat pertumbuhan kapang dan kamir.   &lt;br /&gt;Pemaparan pangan dengan radiasi elektromagnetik bisa merusak atau menghambat beberapa mikroorganisme dan sistim enzim alami tanpa perubahan nyata pada kualitas produk.  &lt;br /&gt;Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan jangka panjang adalah pemanasan pada suhu tinggi (≥100°C), penggunaan pengawet kimia, pengeringan, pengeluaran udara (pemvakuman), pembekuan dan kombinasi proses.  &lt;br /&gt;Pemanasan pada suhu tinggi yang dilakukan bersama-sama dengan pengemasan yang bisa mencegah rekontaminasi, dapat menghambat/merusak mikroorganisme dan enzim. &lt;br /&gt;Penggunaan gula atau garam dengan konsentrasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi enzimatis, seperti yang dilakukan pada pembuatan jeli dan dendeng.  Pengawet alami seperti etanol, asam asetat dan asam laktat yang dihasilkan oleh mikroorganisme terpilih selama proses fermentasi bisa menghambat pertumbuhan mikroorga-nisme pembusuk.  Penambahan pengawet seperti asam benzoat dan asam propionat juga berfungsi menghambat mikroorganisme secara selektif.   &lt;br /&gt;Proses pengeringan akan mengeluarkan air dan menyebabkan peningkatan konsentrasi padatan terlarut didalam bahan pangan.  Kondisi ini akan meningkatkan tekanan osmotik didalam bahan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat laju reaksi kimia maupun enzimatis. &lt;br /&gt;Penghilangan udara akan mengeluarkan semua oksigen sehingga mencegah berlangsungnya reaksi kimiawi dan enzimatis yang dipicu oleh oksigen, juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme aerobik.  &lt;br /&gt;Perlakuan pembekuan (freezing) secara signifikan akan memperlambat laju reaksi kimiawi dan enzimatis serta menghambat aktivitas mikroorganisme.  &lt;br /&gt;Proses pengawetan biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa metode pengawetan.  Sebagai contoh, pembuatan susu pasteurisasi yang ditujukan untuk &lt;br /&gt;pengawetan jangka pendek dilakukan dengan kombinasi proses pemanasan ringan &lt;br /&gt;(pasteurisasi), pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah (refrigerasi).  &lt;br /&gt;Proses pengalengan yang ditujukan untuk pengawetan jangka panjang, dilakukan dengan melibatkan proses pengeluaran udara, pengemasan, pengaturan pH dan penggunaan suhu tinggi (sterilisasi).  Juga penting diperhatikan penggunaan wadah (container) dan kemasan yang dapat melindungi produk dari mikroorganisme untuk menghindari terjadinya rekontaminasi selama penyimpanan. &lt;br /&gt;Pengarang : Elvira Syamsir &lt;br /&gt;Ringkasan oleh : anin &lt;br /&gt;id.shvoong.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-5342094843470619192?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/5342094843470619192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=5342094843470619192' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/5342094843470619192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/5342094843470619192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/06/prinsip-pengawetan-pangan.html' title='Prinsip Pengawetan Pangan'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-1802637643237855223</id><published>2008-05-18T21:57:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T21:51:53.208-07:00</updated><title type='text'>CARA MEMILIH IKAN SEGAR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan  yang tentunya dikelilingi oleh lautan yang kaya akan beragam  hasil laut. Beragam jenis ikan, udang, cumi, kepiting / rajungan, kerang  dan masih banyak jenis lainnya yang memang tidak habis untuk di sebutkan.&lt;br /&gt;Kondisi ini membuat orang Bangka lebih banyak menyukai ikan laut di banding ikan darat ( ikan sungai ). Tapi belum tentu semua orang Bangka pinter milih ikan yang segar. Nah…. Mudah mudahan  tulisan ini dapat bermanfaat agar semua makanan  khas Bangka dapat selalu terjaga kualitasnya. Terutama jika mengolah ikan  menjadi produk makanan, kondisi ikan yang kita  gunakan sangat mempengaruhi kelezatan  produk yang kita buat.&lt;br /&gt;Ikan merupakan salah satu produk makanan yang tergolong cepat rusak, tingginya nilai protein menyebabkan ikan dapat menimbulkan bau busuk yang menyengat jika rusak. Dari aroma inilah kita dapat mnegetahui apakah ikan tersebut masih segar atau telah rusak. Ada beberapa ciri lain selain aroma yang dapat digunakan sebagai patokan untuk memilih ikan yang segar. Berikut ada beberapa ciri yang menandakan ikan masih segar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri ikan segar adalah sebagai berikut&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;1. Warna kulit terang dan cerah&lt;br /&gt;2. Daging ikan  bila ditekan  terasa keras.&lt;br /&gt;3. Mata jernih menonjol dan cembung&lt;br /&gt;4. Sisik ikan segar masih kuat melekat kuat dan mengkilat, sisik masih utuh   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    tidak banyak yang lepas.&lt;br /&gt;5. Insang berwarna merah&lt;br /&gt;6. Sirip kuat&lt;br /&gt;7. kulit dan daging ikan tidak mudah robek, terutama pada bagian perut.&lt;br /&gt;   Tidak berbau busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanda ikan yang sudah busuk&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;a.      mata suram dan tenggelam;&lt;br /&gt;b.      sisik suram dan mudah lepas;&lt;br /&gt;c.       warna kulit suram dengan lendir tebal;&lt;br /&gt;d.      insang berwarna kelabu dengan lendir tebal;&lt;br /&gt;e.      dinding perut lembek;&lt;br /&gt;f.       warna keseluruhan suram dan berbau busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri Udang segar&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;1. Warna udang segar berwarna  jernih dan tidak terdapat bintik-bintik hitam.&lt;br /&gt;2. Udang segar terlihat kekar, bila ditekan, daging udang segar terasa keras.&lt;br /&gt;3. Kaki dan kulit  serta kepalanya tidak mudah lepas.&lt;br /&gt;4. Bau udang segar khas amis udang tidak berbau busuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri kerang segar&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;1. Jika membeli kerang dalam cangkang, pastikan cangkang banyak yang &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    terbuka, ini  menunjukkan kerang tersebut masih hidup.&lt;br /&gt;2. kalau membeli kerang yang lepas dari kulit cangkangnya pilihlah dagingnya  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    masih padat dan  terlihat utuh.&lt;br /&gt;3. Warna daging kerang belum  berubah dari aslinya , daging kerang yang telah  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    berubah warna  menunjukkan bahwa kerang telah busuk.&lt;br /&gt;4. Beraroma amis yang khas bukan beraroma busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri cumi segar&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;1. Cumi-cumi segar badannya  kenyal dan kokoh bila ditekan.&lt;br /&gt;2. Cumi-cumi kecil badannya berwarna keunguan dengan bintik-bintik hitam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    Sedangkan cumi-cumi besar berukuran &gt;20 cm ), badannya  berwarna putih &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    dengan sedikit   bintik hitam.&lt;br /&gt;3. Cumi segar di lapisi selaput lendir jernih.&lt;br /&gt;4. Mengeluarkan bau khas dan bukan bau busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-ciri kepiting/rajungan segar&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;1. kepiting umumnya dijual dalam keadaan hidup karena itu biasanya diikat, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    sedangkan rajungan dijual dalam keadaan  sudah mati.&lt;br /&gt;2. Untuk kepiting pilihlah  yang matanya bergerak  keluar-masuk, itu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    menandakan kepiting  masih hidup.&lt;br /&gt;3. Pilih kepiting/rajungan yang masih lengkap jari-jari termasuk capitnya.&lt;br /&gt;4. Tekan dengan jari pada bagian belakang  bila terasa keras berarti  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    kepiting/rajungan itu gemuk dan sehat.&lt;br /&gt;5. Untuk membedakan kepiting / rajungan yang gemuk  bisa juga dilakukan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   dengan cara mengangkat badannya. Bila terasa ringan berarti dagingnya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;    kurang padat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-1802637643237855223?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/1802637643237855223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=1802637643237855223' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1802637643237855223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/1802637643237855223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/05/cara-memilih-ikan-segar.html' title='CARA MEMILIH IKAN SEGAR'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-2739021860516783989</id><published>2008-05-18T18:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:42:34.626-07:00</updated><title type='text'>PEMBUATAN JAM ( SELAI)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apabila kita menyantap helaian  roti pada saat sarapan pagi sebagai makanan selingan maupun makanan pokok,  maka kita akan teringat  jam atau selai sebagai teman roti yang  menambah cita rasa lebih baik.&lt;br /&gt;Berbagai macam buah-buahan   dapat dibuat sebagai bahan pembuat jam  terutama pada buah yang  mengandung pektin  seperti sirsak, nanas dan lain sebagainya. Bila dilakukan pemanasan pektin tersebut akan mengalami gelatinisasi sehingga jam yang dihasilkan akan lebih kental.&lt;br /&gt;Jam merupakan bahan makanan  yang kental atau semi padat  yang terbuat dari campuran  dengan komposisi  kurang lebih 45 bagian berat buah dan 55 bagian berat gula. Pemekatan campuran ini harus mempunyai kadar gula yang kurang dari 65%.&lt;br /&gt;Meskipun terdapat berbagai macam jenis merek jam yang di perdagangkan  di  pasaran, namun tidak semua memiliki mutu  yang cukup baik. Untuk memiliki mutu jam yang baik dengan flavour  yang harum, maka digunakan  campuran buah yang masih setengah matang dan matang, ini bertujuan untuk menambah pektin dan keasaman  yang cukup. Sedangkan pada buah yang sudah matang  digunakan untuk  memberi flavour yang cukup.&lt;br /&gt;Dalam pembauatan jam sirsat, pertama-tama buah sirsat dikupas dan dipisahkan  antara daging dan bijinya. Daging buah diblender sampai halus, pemblenderan ini bertujuan  agar jaringan-jaringan sel dapat pecah sehinggga  bahan menjadi halus dan pektin dapat keluar. Kemudian bubur buah ditimbang diambil seberat 450 gram. Ditambahkan gula sebanyak 550 gram dan dimasak sambil diaduk sampai kental.&lt;br /&gt;Penambahan gula tentunya bertujuan untuk memberi rasa manis  dan untuk memperbaiki tekstur serta sebagai pengawet alami. Disamping itu  gula memiliki daya  larut yang tinggi juga dapat mengikat air  sehingga jam  menjadi kental.&lt;br /&gt;Pemasakan dalam pembuatan jam  harus di perhatikan, agar  mendapatkan kematangan yang baik. Bila pemanasan dilakukan terlalu lama akan mengakibatkan  jam terlalu keras dan sebaliknya jika terlalu  singkat akan menghasilkan jam yang encer.&lt;br /&gt;Pengadukan yang dilakukan pada  saat pemasakan bertujuan  agar tidak terjadi  reaksi karamelisasi  karena adanya gula yang dipanaskan. Bila pengadukan tidak rata  maka akan didapatkan jam berwarna coklat akibat  terjadi reaksi karamelisasi.&lt;br /&gt;Terbentuknya jam  juga dipengaruhi oleh pH, bila pH terlalu rendah  (asam) akan mneyebabkan sinerensis  ( keluar air dari gel), dan bila pH terlalu tinggi akan menyebabkan pecahnya gel  jam. pH optimum adalah  dengan kisaran 3,10 – 3,46.&lt;br /&gt;Selanjudnya   jam yang telah matang dimasukkan  ke dalam botol steril dan dilakukan exausting semala 10-15 menit, kemudian  botol ditutup serta di pasteurisasi selama 30 menit.&lt;br /&gt;Sebelum  jam dimasukkan kedalam botol hendaknya  botol disterilisasi terlebih dahulu, ini dimaksudkan agar mikroba perusak didalam botol mati dan  jam dapat bertahan  lama. Sedangkan perlakuan exausting  bertujuan agar  gelembung-gelembung dapat keluar sehingga  tidak memberikan kesempatan  kepada mikrobia untuk hidup, dan pasteurisasi setelah botol ditutup untuk menciptakan  lingkungan yang higienis  bagi jam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-2739021860516783989?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/2739021860516783989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=2739021860516783989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/2739021860516783989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/2739021860516783989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/05/pembuatan-jam-selai.html' title='PEMBUATAN JAM ( SELAI)'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-8549897514189211248</id><published>2008-05-16T02:48:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:45:26.453-07:00</updated><title type='text'>Pembuatan Terasi ( belacan) Bangka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masakan tradisional Bangka, bumbu masakan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi, dan bahkan sifatnya adalah wajib. Pemakaian terasi bisa bermanfaat untuk memberi rasa gurih dengan aromanya yang khas. Manfaat dari terasi itu sendiri, selain menambah rasa gurih dalam bumbu masakan, dibuat sambal atau pelengkap bumbu kuah hidangan. Juga memberi aroma udang yang kuat dalam masakan daerah.&lt;br /&gt;Dalam penggunaanya sebelum dipakai, sebaiknya terasi dipotong, lalu dikukus, sangrai atau dibakar diatas bara api hingga aromanya keluar dan matang. Campurkan langsung dalam bumbu atau tambahkan dalam bumbu tumisan.&lt;br /&gt;Terasi dihasilkan dari fermentasi udang atau rebon yang diolah dengan bumbu - bumbu lain. Bentuknya padat dengan tekstur agak kasar dan berwarna cokelat keunguan. Ciri khas terasi adalah aromanya yang agak tajam dan rasanya gurih karena memakai udang dan rebon segar.&lt;br /&gt;Biasanya dijual dalam bentuk bulat atau segi empat panjang, dibungkus daun pisang, plastik atau kertas. Kadang, ada juga jenis terasi yang berbentuk butiran kasar dan dikemas dalam botol plastik. Ada juga jenis terasi matang yang sudah dipanggang dalam oven.&lt;br /&gt;Anda yang ingin membuat terasi sendiri, caranya sangatlah gampang. Bahan - bahan yang dibutuhkan, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Ikan atau Udang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk terasi ikan biasanya menggunakan ikan kecil - kecil dan sejenisnya, yang harus dibuang kepalanya terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut. Adapun jika akan membuat terasi udang maka rebon dapat digunakan.&lt;br /&gt;2.Garam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembuatan terasi, garam ini mempunyai manfaat ganda yaitu :1. Sebagai pemantap cita rasa terasi.2. Sebagai bahan pengawet (pada konsentrasi 20 % ; 2 ons per kg bahan baku).&lt;br /&gt;3.PewarnaBahan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pewarna ini diperlukan untuk memperbaiki penampilan produk terasi ; sebaiknya digunakan   pewarna yang diizinkan penggunaannya oleh pemerintah (Standar Industri Indonesia/Sll).&lt;br /&gt;4.Kantong Plastik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibuat rangkap dua, yang pertama bagian dalam untuk melindungi terasi sekaligus menahan bau agar tidak menyebar. Adapun yang kedua bagian luar digunakan untuk menyempurnakan bungkusan pertama sekaligus untuk menuliskan merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Yang Dibutuhkan&lt;br /&gt;1.TimbanganTimbangan duduk, timbangan kue, ataupun timbangan gantung bisa digunakan sesuai dengan jumlah bahan.&lt;br /&gt;Bak PlastikWadah plastik berguna untuk tempat pencucian bahan baku terasi.&lt;br /&gt;KaloKalo merupakan alat penyaring yang terbuat dari bambu, ini berguna untuk meniriskan bahan terasi setelah dicuci.&lt;br /&gt;Alat PenghancurDalam jumlah yang kecil digunakan lumpang dan alu, dan jika dalam jumlah yang besar dapat menggunakan mesin penggiling, sebagai alat penghancur sekaligus sebagai alat pencampur dan pelumatan.&lt;br /&gt;Tempat FermentasiKarena adonan terasi mengandung kadar garam yang tinggi, maka tempat adonan ini harus terbuat dari bahan anti karat, misalnya bak yang terbuat dari bahan plastik yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;Tempat PenjemuranPerangkat penjemur dapat dibuat dari anyaman bambu ukuran 0,6 x 1 m yang dialasi dengan plastik ataupun plat aluminium. Perangkat penjemur tersebut disangga dengan rak penyangga yang terbuat dari bambu utuh yang ditancapkan dalam tanah dengan ukuran 0,8 x 10 m, yang diatur dalam jarak 1 meter antara satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;Kain SaringKain ini diperlukan untuk membungkus bahan adonan terasi dalam proses fermentasi. Dengan pembungkusan ini diharapkan adonan tersebut tidak tercemar oleh debu dan kotoran lain. Namun sirkulasi udara tetap berjalan dengan lancar melalui pori - pori kain, sehingga proses fermentasi tidak terhambat.&lt;br /&gt;Perlu Diingat  :&lt;br /&gt;Agar tahan lama dan tidak menebarkan bau tajam. Sebaiknya simpan terasi dalam wadah bertutup dalam keadaan mentah atau matang.&lt;br /&gt;Kualitas terasi bisa dilihat dari harganya. Terasi  yang berkualitas bagus harganya relatif lebih mahal.&lt;br /&gt;Pada saat membeli, periksa kemasan terasi, pilih yang terbungkus daun pisang atau plastik dalam keadaan utuh  kemasannya dan tidak ada bagian yang rusak.&lt;br /&gt;Terasi yang enak dan baru beraroma segar khas udang atau rebon. Jika trasi mengeluarkan aroma busuk atau  kurang sedap berarti kualitasnya sudah turun atau kurang bagus. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-8549897514189211248?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/8549897514189211248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=8549897514189211248' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/8549897514189211248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/8549897514189211248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/05/pembuatan-terasi-belacan-bangka.html' title='Pembuatan Terasi ( belacan) Bangka'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1772564578077129850.post-729030774055921369</id><published>2008-05-14T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T00:50:51.178-07:00</updated><title type='text'>Manisan Buah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manisan adalah salah satu bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat. Rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok untuk dinikmati diberbagai kesempatan. Manisan kering adalah produk olahan yang berasal dari buah-buahan dimana pemasakannya dengan menggunakan gula kemudian di keringkan. Produk ini mempunyai beberapa keuntungan diantaranya; bentuknya lebih menarik, lebih awet volume serta bobotnya menjadi lebih kecil sehingga mempermudah pengangkutan.&lt;br /&gt;Meskipun jenis manisan buah yang umum dipasarkan ada bermacam-macam bentuk dan rasanya, namun sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan yaitu:&lt;br /&gt;1. Golongan pertama adalah manisan basah dengan larutan gula encer (buah dilarutkan dalam gula jambu, mangga, salak dan kedondong).&lt;br /&gt;2. Golongan kedua adalah manisan larutan gula kental menempel pada buah. Manisan jenis ini adalah pala, lobi-lobi dan ceremai.&lt;br /&gt;3. Golongan ketiga adalah manisan kering dengan gula utuh (sebagai gula tidak larut dan menempel pada buah). Buah yang sering digunakan adalah buah mangga, kedondong, sirsak dan pala.&lt;br /&gt;4. Golongan keempat adalah manisan kering asin karena unsur dominan dalam bahan adalah garam. Jenis buah yang dibuat adalah jaambu biji, buah, mangga, belimbing dan buah pala. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Produk olahan yang sangat disukai oleh masyarakat adalah manisan. Rasanya yang segar dapat dijadikan penawar haus disaat udara panas, dan cocok dinikmati di berbagaai kesempatan. Bahan dasar pembuatan manisan adalah buah kedondong, mangga, ceremai, dan pepaya. Dapat pula dibuat selain dari buah yaitu: jahe dan daun pepaya. Produk pangan yang menganduag kadar gula tinggi yaitu produk manisan yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;Manisan merupakan salah satu metode pengawetan produk buah-buahan yang paling tua, dan dalam pembuatannya menggunakan gula, dengan cara merendam dan memanaskan buah dalam madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perendaman dalam Larutan CaCl2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;CaCl2 merupakan elektrolit kuat yang mudah larut dalam air. Garam kalsium yang bisa digunakan selain CaCl2 adalah Ca-laktat, Ca-sitrat dan Ca-hidroksida. Ion kalsium juga dapat memperkuat tekstur dan mencegah browning enzimatis karena ion kalsium bereaksi dengan asam amino sehingga menghambat reaksi pencoklatan.&lt;br /&gt;Pada buah yang masih muda, banyak mengandung senyawa protopektin yang berfungsi sebagai penguat lamella tengah dan membran sel. Protopektin tersebut merupakan makromolekul yang tersusun dari polimer asam galakturonat, banyak kalsium dan magnesium.&lt;br /&gt;Tekstur produk hasil pengeringan dapat diperbaiki dengan melakukan perendaman dalam garam kalsium yang dapat mengeraskan jaringan produk. Ada 2 macam enzim pemecah pektin yang terdapat pada jaringan buah yang telah masak, yaitu esterase dan poligalakturonase, yang aktivitasnya meningkat selama proses pematangan buah.&lt;br /&gt;Proses pengolahan, pemanasan atau pembekuan dapat melunakkan jaringan sel tanaman tersebut, sehingga produk yang diperoleh mempunyai tekstur yang lunak. Ion kalsium akan berikatan dengan pektin membentuk Ca-Pektat/Ca Pektat yang tidak larut dalam air dan menghasilkan tekstur yang keras.&lt;br /&gt;Pengaruh kekerasan oleh ion kalsium disebabkan terbentuknya ikatan menyilang antara ion kalsium divalent dengan polimer senyawa pectin yang bermuatan negatif yaitu pada gugus karboksil asam galakturonat, bila ikatan menyilang ini terjadi dalam jumlah besar maka akan terjadi jaringan molekul yang melebar. Adannya jaringan tersebut akan mempengaruhi daya larut senyawa pektin dan akan semakin kokoh dari pengaruh mekanis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perendaman dalam Larutan Gula&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada produk manisan buah, jumlah gula yang digunakan tergantung pada jenis dan varietas buah ataupun selera individu sendiri. Gula yang ditambahkan dapat berupa bentuk kering ataupun sirup dengan konsentrasi tertentu.&lt;br /&gt;Apabila gula ditambahkaan ke dalam bahan pangan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air (Aw) dari bahan pangan berkurang. Produk-produk pangan berkadar gula tinggi cenderung rusak oleh khamir dan kapang, yaitu kelompok mikroorganisme yang relative mudah rusak oleh panas (seperti dalam pasteurisasi) atau dihambat oleh hal-hal lain.&lt;br /&gt;Proses perendaman dalam larutan gula ada 2 cara, yaitu cara lambat dan cepat. Pada cara lambat, perlakuan perendaman dalam larutan gula memerlukan waktu lama. Konsentrasi gula awalnya 30% dan buah direndam selama 24 jam konsentrasi gula ditingkatkan menjadi 40% dan buah direndam lagi selama 24 jam. Demikian seterusnya hingga konsentrasi gula mencapai 70%. Pada konsentrasi gula tinggi buah direndam selama 3 minggu dan kemudian buah di keringkan. Pada perendaman dalam larutan gula dengan cara cepat, pelaksanaanya dapat disingkat menjadi beberapa jam saja dengan mempertahankan larutan gula pada suhu 140-1500F (60-650C). Kenaikan konsentrasi gula dilakukan setiap 3-4 jam sekali sampai mencapai konsentrasi kira-kira 68%. Konsentrasi yang cukup tinggi (70%) sudah dapat menghambat pertumbuhan mikroba, akan tetapi pada umumnya gula dipergunakan dengan salah satu tekhnik pengawetan lainnya misalnya dikombinasikan dengan keasaman yang rendah, pasteurisasi, penyimpanan pada suhu rendah, pengeringan, pembekuan dan penambahan bahan kimia seperti SO2 , asam benzoat dan lain-lain. Bahan pangan yang mempunyai kadar gula yang tinggi berarti mempunyai Aw rendah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1772564578077129850-729030774055921369?l=tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/feeds/729030774055921369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1772564578077129850&amp;postID=729030774055921369' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/729030774055921369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1772564578077129850/posts/default/729030774055921369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tekhnologi-hasil-pertanian.blogspot.com/2008/05/manisan-buah.html' title='Manisan Buah'/><author><name>Riwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10772586974236759865</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AZ4KjeD97SY/Ttx-7flHmmI/AAAAAAAAAro/Ssi3_ZeDgtY/s220/DSC_1882.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
